The Suicide Forest "Aokigahara" in Japan (Vena version)

8/14/2017 01:27:00 PM



Jalan masuk ke Hutan Aokigahara yang menurut saya mirip dengan
lokasi syuting di film The Forest bagian akhir (dokumen pribadi)
"The Forest" merupakan salah satu film bergenre misteri-drama yang tayang pada awal tahun 2016 (Fyi, saya waktu itu nonton film ini di salah satu bioskop di Jogja). Film ini menceritakan tentang sepasang saudara kembar yang berasal dari Amerika dan salah satu dari mereka menghilang di Jepang. Sarah (kembarannya yang hilang itu) mendapatkan mimpi buruk tentang saudara kembarnya dan dia berusaha untuk mencari. Sesampainya di Jepang, Sarah terinspirasi untuk mencari saudaranya yang hilang itu di salah satu hutan di Jepang yang jga terkenal sebagai tempat bunuh diri yaitu Hutan Aokigahara. Hutan ini berada di kaki Gunung Fuji. Nah, udah gitu aja spoiler filmnya dan saatnya membahas seperti apa Hutan Aokigahara.

Dari film The Forest ini, saya jadi penasaran tentang keberadaan hutan ini dan saya meminta bantuan Google untuk mencari kebenarannya. Ternyata, BENAR! Hutan ini memang ada di Jepang dan memang terletak di sekitar kaki Gunung Fuji. Selain "The Suicide Forest", Hutan Aokigahara juga dikenal sebagai "Sea of Trees" karena memang terlihat seperti lautan pohon. Berdasarkan informasi yang saya peroleh, menurut mitologi Jepang, hutan ini merupakan "rumah" dari Yurei atau "ghosts of the death" dan memang digunakan untuk melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri atau over dosis. Pada liburan kali ini, saya memiliki kesempatan karena menyempatkan diri untuk pergi ke sana (padahal sebenarnya cuma mau ke Kawaguchiko, tapi ternyata dekat dan sekalian lah ke Hutan Aokigahara). Singkat cerita saya sudah sampai di depan pintuk masuk Hutan Aokigahara dan seingat saya tempat ini sama persis dengan lokasi syuting film The Forest di bagian akhir, di sini lah mulai detak jantung berdebar lebih cepat. (Sangat dianjurkan) Sebelum melangkahkan kaki ke dalam hutan, saya membaca tentang peringatan yang harus dan jangan dilakukan selama di dalam hutan. Sebenarnya hari sebelumnya saya juga sudah mencari-cari informasi seputar apa yang bisa dilakukan ketika mengunjugi tempat ini. Yang paling saya ingat dari semuanya adalah jangan keluar dari jalur tracking dan hati-hati dengan keberadaan binatang buas.
Bagian dalam dari Hutan Aokigahara (dokumen pribadi)
Senam jantung dimulai! 10 meter pertama semuanya baik-baik saja, seperti hutan pada umumnya dan kita akan menemukan petunjuk arah. Tapi, beberapa meter berikutnya suasana menjadi semakin mencekam. Entah apa yang sebenarnya terjadi tetapi diri ini berasa ada yang ngikutin (hahahaha, lebay). Sejujurnya saya bukan takut hantunya (ya agak takut sih) tapi lebih takut sama hewan liarnya, gak kebayang dong kalo misal tiba-tiba dimakan beruang terus ada berita "seorang mahasiswi Indonesia ditemukan tewas mengenaskan di dalam Hutan Aokigahara karena diduga dicabik-cabik oleh beruang".
Oke, balik lagi ke cerita. Nah, jadi di hutan ini kita bisa mengunjungi Bat Cave dan tempat untuk melihat burung yang tinggal di dalam hutan. Jadi, Hutan Aokigahara ini ya mirip-mirip hutan alam pada umumnya, cuma untuk mempermudah pengunjung mereka membuatkan jalan setapak untuk menikmati hutan ini. Sebenernya wajah hutan ini (bagian yang bisa dipake buat tracking) itu beda banget sama yang di film The Forest, mungkin ya yang buat tracking cuma bagian tepi hutannya aja, yang kemungkinan tersesatnya sangat kecil (dengan syarat kalian jangan keluar jalur). Di dalam hutan ini banyak dijumpai konifer (ya mungkin karena di gunung lah ya) dan lumut. Dari apa yang saya lihat, hutan ini hampir sama dengan Hutan Wanagama Fakultas Kehutanan, UGM. Samanya gimana sih emang? Persamaannya itu, hutan ini nampak seperti batu bertanah yang ditumbuhi pepohonan.
Menurut pengalaman saya sih ya, mungkin kalau kita keluar track yang sudah disediakan akan sangat mudah untuk tersesat, karena hutan ini benar-benar ditumbuhi banyak pohon dan banyak bagian yang terlihat hampir sama (yang kemungkinan akan menimbulkan efek bingung). Ditengah perjalanan, saya bertemu dengan rombongan orang Jepang yang sangat baik dan membantu saya membaca peta yang ada (karena petanya kanji semua bro). Setelah berbincang beberapa menit kemudian saya memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan tetapi memotong jalan untuk keluar ke arah danau. Nah! Selama perjalanan pulang ini lah yang bener-bener berasa menegangkan. Setelah beberapa meter berpisah dengan rombongan orang Jepang ini saya melihat tali berwarna kuning membentang berpuluh-puluh meter dengan jarak 20 meter-an dari track yang saya lewati. Gimana gak serem coba?! Spontan saya membayangkan adegan-adegan yang ada di film The Forest dan jantung semakin berdegup kencang. Saya mengambil kesimpulan, mungkin tali itu merupakan batas aman hutan dijelajahi (mungkin), atau ada orang yang putus asa dan meninggalkan jejak dengan tali itu (bisa jadi). Oke sip! Pikiran dan perasaan yang kalut ini kemudian menjadi tenang setelah melihat aspal beberapa meter di depan mata (leganya....).
Over all, Hutan Aokigahara lebih pantas untuk di sebut sebagai "Sea of Trees" aja lah biar gak terkesan serem. Tapi mungkin ada bagian hutan yang memang digunakan untuk bunuh diri (?). Di dalam hutannya sendiri cantik kok, instagram-able, atau mungkin kalau mau prewedd disini juga oke kok. Hanya 1 hal yang perlu diperhatikan yaitu jangan keluar dari track dan jangan melakukan sesuatu yang memancing binatang buas. Oh iya, sebaiknya masuk hutan ini jangan sendirian.

Thank you for reading, see you in the next stories.

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe